Minggu, 23 Januari 2011

devide et impera 2

Sekedar opini saja, rasanya timbul pertanyaan, apa kita ( indonesia ) sedang dikacaukan oleh suatu cara politik lawas, yakni devide et impera. Politik inilah yang kiranya menjadi alasan kenapa Belanda atau orang dulu bilang kumpeni mampu bertengger diatas nusantara selama 300an tahun.

Dalam bahasa indonesia, devide et impera disebut juga politik pecah belah, dalam bahasa inggris itu berarti divide and rule, dari bahasa saja kita bisa melihat makna dan aplikasinya, sehingga kenapa nusantara dahulu kala begitu tertindas.

Sedikit berpendapat saja tentang masa dahulu, jaman kita belum lahir, sebenarnya Indonesia ini sudah merupakan kekuatan yang besar lho, cuma karena dipecah belah, maka jadi gampang sekali untuk ditaklukkan. Ibarat sebuah koloni semut, anggaplah semua jenis semut itu saling mengenal, dari semut merah, hitam, rangrang, semut pekerja, ratu, segala macam lah semut itu, semuanya kenal dan berdiam di sarang. Lalu datanglah beberapa ekor parasit diluar koloni gabungan semut itu. Parasit ini awalnya cuma menumpang untuk mencari makan, karena semut-semut itu baik hati, maka silahkan saja. Lama-kelamaan, parasit tak tahu diri ini semakin betah dan tak mau pulang, mereka ingin menguasai sarang semut ini, akhirnya disinilah aplikasi dari devide et impera dimulai, oleh sebuah parasit dari dunia sana. Mulai timbul perpecahan diantara koloni semut itu, mulai muncul elitisme golongan diantara koloni campuran semut itu. Singkatnya, koloni semut yang besar itu terpecah belah dan parasit berkuasa. Saat sebagian golongan semut menyadari bahwa mereka dijajah, diperbudak, diperalat, mereka tidak mempunyai cukup kekuatan untuk memberontak, selain itu pula mereka terpisah pisah oleh tempat dan waktu, alhasil, berhasillah itu parasit menguasai sarang semut itu.

Kurang lebih ceritanya seperti diatas, lalu, sebenarnya timbul pertanyaan dalam diri saya, sekarang di Indonesia sudah terlihat, baik itu melihat dengan jelas, atau hanya menerawang, mau tersirat atau tersurat, yang jelas menurut saya, sekarang indonesia ini sedang terpecah belah, seperti sebuah piring yang retaknya sudah tidak karuan. Timbul pemikiran, apa kita ini sekarang sedang terkena politik devide et impera lagi ?, tapi oleh siapa, kita tidak bisa atau susah melihat, siapa sebenarnya common enemy kita sekarang. Kalau mau diperhatikan, bangsa ini kadang-kadang bersatu kalau sedang kepepet lho, atau sedang merasa punya musuh yang sama, seperti dengan Malaysia pada AFF kemarin. Kita ini kan bukan bangsa yang lemah, bodoh, tak bersemangat, dll. Tapi sebenarnya, harusnya sih kebalikan dari itu semua, tapi kenapa sekarang begini.

Kita ini, mungkin, lagi-lagi menurut saya (lagipula, ini kan blog saya..haha), kita ini punya musuh bersama, siapa, banyak lagi. entah itu disebut Kapitalislah, Baratlah, Liberalislah, Zionislah, apapun itu, yang penting sekarang didepan kita ini ada musuh, harus dihadapi bersama, tetapi dasar mungkin mereka terlalu pintar, atau karena Devide et impera itu sangat ampuh, sehingga bangsa kita lebih suka ribut sendiri, pemilulah, agamalah, tanahlah, anaklah, bolalah, Cabelah, apapun itu, intern kita masih belum bagus. Lha bagaimana mau menghadapi musuh yang diluar, sudah tak terlihat, diluar lagi, makin tak terjangkaulah itu musuh. Harus bagaimanakah kita ?.

Kembali lagi ke devide et impera tadi, politik ini hanya sebuah cara, pasti ada penggerak dibelakangnya, dan seharusnya kita sadar dan segera mengatasinya. Bagaimana....
Nanti saya lanjutkan lagi, kembali membicarakan tentang Devide et Impera yang ke-2 ini...
Politik pecah belah, saya lebih suka menyebut Politik Kelontong, barang pecah belahnya banyak....
Apa bangsa ini gampang dipecah ? lihat nanti....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar